Laman

Jumat, 21 Januari 2011

CropLock

CropLock adalah teknik mematikan desa lawan dengan menghancurkan sumber pangan dan daya bangun. Biasanya croplock dilakukan pada desa bukan ibukota.

A: Bagaimana caranya melakukan croplock?
B: Targetkan catapult pada semua ladang, lumbung, gudang, bangunan utama, dan pasar.
Tidak mudah membangun kembali desa yang terkena croplock, akan lebih meudah jika pengguna gold.


A: Bagaimana contoh serangan untuk croplock?
B: Diharapkan Anda sudah memiliki tingkat titik temu yang cukup tinggi sehingga dapat menentukan tempat serangan secara pasti. Berikut ini contoh serangannya:
Wave 1 => target cropland & cropland/Titik temu,
Wave 2 => target cropland & cropland,
Wave 3 => target cropland & cropland,
Wave 4 => target gudang & lumbung,
Wave 5 => target gudang & lumbung,
Wave 6 => target bangunan utama & pasar.

A: Berapa jumlah catapult yang diperlukan?
B: Misal bangunan desa sudah level 20 dan SDA level 10. Paling aman mengirimkan 100 catapult/wave. Jangan lupa ketika mengirim wave pertama juga kirim 400 ram dan pasukan cleaner.

A: Mengapa penggilingan gandum dan toko roti tidak dihancurkan juga?
B: Kalo cropland sudah hancur, otomatis toko roti dan penggilingan gandum gak memberi efek lagi. Jika toko roti dan penggilingan gandum tidak dihancurkan maka gandum akan minus lebih banyak. Misal jika sebelum toko roti dan penggilingan gandum dihancurkan produksi gandumnya -500, maka setelah dihancurkan hanya -450.

A: Apa tujuan menghancurkan titik temu?
B: Yang pertama musuh tidak bisa mengetahui serangan yang datang. Yang kedua, jika musuh mendapat CFD, maka akan semakin menambah minus crop dan tidak bisa memulangkan troops kecuali ditarik oleh pemberi

B: Jadi, intinya croplock adalah teknik mematikan desa lawan dengan menghancurkan sumber pangan dan daya bangun. Harus dihancurkan ladang, lumbung, gudang, bangunan utama, dan pasar. Stop sampai disitu.

Biasanya croplock digunakan ke pemain yang lumayan besar. Misalnya kita akan menyerang pemain yang memiliki 15 desa, kita hajar bersamaan 10 desanya dengan seluruh teman di aliansi dengan croplock, hal ini lebih menyakitkan dari pada membuat zero pop 1-3 desanya.

Bisa saja croplock bertujuan menjadikan desa tersebut sebagai desa farm, yaitu dengan membiarkan gudangnya tetap utuh. Tapi jika dia player yang aktif tentunya akan cepat pulih.
Read More..

Kamis, 20 Januari 2011

Keuntungan Membuat Aliansi Sendiri

Kebanyakan orang berfikir bahwa membuat aliansi sendiri itu merepotkan. Tapi itu adalah sebuah tantangan, jika Anda berhasil maka kebanggaan akan munscul. Berikut ini beberapa keuntungan jika membuat aliansi sendiri:

1) Pemimpin yang cerdas adalah pemimpin yang mempunyai diplomasi yang baik
Jika Anda memiliki bakat kepemimpinan, Anda akan membuat aliansi Travian Anda. Itu salah satu cara terbaik untuk menikmati permainan sepenuh-penuhnya. Anda dapat menentukan kawan dan lawan, bahkan anda bisa mengajak teman-teman real Anda untuk membangun aliansi yang kokoh. Tentu saja dengan pertimbangan dari Anda, mungkin dengan menjadi sitter untuk beberapa hari Anda akan tahu apa yang dilakukan calon anak buah Anda.

2) Anda akan disegani pemain lain meskipun Anda lebih lemah
Anda memiliki banyak anggota besar dari aliansi sendiri yang sangat bisa diandalkan maka dari itu Anda juga dilihat sebagai "kepala" oleh para pemimpin aliansi lain dalam permainan. Bahkan dimana posisi anda dibawah ranking anak buah anda yang memasuki top attack, Anda akan masih ditakuti oleh pemain-pemain lainnya.

3)Kekuatan aliansi Anda mampu membuat pemain lain takut
Peluang pengembangan Anda tinggi, jika Anda tahu cara memainkan "kartu Anda". Pemain yang lebih kecil tidak akan menyerang Anda (bahkan jika pop dan pertumbuhan serupa) karena mereka akan khawatir tentang serangan yang akan terjadi oleh seluruh anggota aliansi Anda. Ini adalah salah satu alasan banyak pemain mengatur aliansi kecil sehingga mereka banyak mempunyai member baik dalam serangan maupun bertahan.

4) WW di tangan Anda
Inilah masa-masa yang ingin dinanti setiap player TRAVIAN, memenangkan keajaiban dunia atau Wonder of World(WW). Pada masa artifak hingga natar tiba, Andalah pemegang kendali segalanya. Mengapa? Karena aliansi sepenuhnya Anda yang menguasai, apakah mau jadi suport sda WW aliansi lain ataukah pemegang WW sepenuhnya. Itu akan menjadi keputusan berat Anda, namun jika Anda salah satu pembuat keberhasilan itu, andalah seorang pemimpin yang BERHASIL.

Namun, untuk pemain Travian mencoba menjadi seorang pemimpin aliansi merupakan cara terbaik untuk "memulai menyenangi" permainan. Beberapa sangat berbakat dan persekutuan mereka memiliki keberhasilan besar. Mungkin kesulitannya sepertinya lebih banyak daripada keunggulanya, tapi pada akhirnya tidak seperti itu. Menjadi pemimpin yang baik membuat Anda kuat dan permainan lebih menyenangkan. Saya pikir di akhir siapa pun bisa mencoba ini. Anda dapat berhasil atau gagal sebagai seorang pemimpin, tapi pasti pengalaman bermain anda semaikin luas.
Read More..

Kesalahan Pemikiran Newbie

10 kesalahan berpikir newbie di Travian:

1) Desa di sekitarku populasinya sedikit, berarti aman

Salah besar. Populasi kecil bukan berarti tidak akan mengganggu. Khusus Teuton bahkan dari awal berdiri pun sudah bisa membangun 5 Clubswinger, dan itu cukup untuk menggerogoti desa sekitar, termasuk desa Anda.

2) Desa besar berarti seram

Banyak tipe pemain Sim-City yang malas bikin pasukan. Akibatnya desa mereka penuh dengan resource tapi tanpa penjagaan. Desa-desa seperti inilah yang menjadi target utama pemain raid. Bisa pula memang pasukannya seram, tapi bermain damai dan membiarkan desa-desa kecil di sekitarnya. Jadi jangan langsung menyerang sambarangan. Minimal kirim dulu pengintai untuk penjagaan.

3) Pasukan itu ngabis-ngabisin resource. Mending bangun SDA dulu

Salah. Membangun pasukan justru akan memberi efek boost terhadap resource. Bayangkan, 5 infantri bisa bawa 50 unit dari masing-masing resource tiap 30 menit. Sementara SDA dari SDA pertambahannya paling mentok 40 unit per jam (untuk pemula).

Tapi ya semua sesuai dengan cara main Anda, main defensive pun tidak ada salahnya.

4) Masuk aliansi besar untuk dapat perlindungan

Ga semua aliansi besar mau ngasih perlindungan. Pikirin apakah desamu sendiri cukup layak untuk masuk aliansi mereka? Pikirkan juga biasanya aliansi besar punya banyak aturan. Ga online 3 hari biasanya malah dihajar. Lebih baik pilih aliansi menengah yang sesuai dengan gaya mainmu, atau sekalian bikin aliansi sendiri.

5) Bangun cranny sebanyak mungkin biar aman

Yang benar adalah bangun cranny yang pas dengan frekuensi loginmu. Misalnya kamu hanya bisa online 1 kali sehari, sementara produksi sumber dayamu adalah 400 per hari, maka bangunlah cranny level 7.

Terlalu banyak cranny berarti memboroskan SDA. Lagipula pemain tipe raid biasanya tidak begitu senang kalau hasil rampokannya terus-terusan kosong. Ini malah memancing mereka mengirim catapult.

6) Mending langsung kejar kuda aja daripada boros-borosin duit bikin infantri

Pertimbangkan bahwa meriset kuda itu mahal, dan modal membuatnya juga mahal. Padahal perlindungan desa dari awal sangat penting dan menentukan masa depan desamu. Desa yang sejak awal ketahuan tidak punya perlindungan biasanya akan terus-terusan jadi target farm/raid.

7) Kalau udah kena farm/raid mending delete akun aja

Player bertipe raid punya perhitungan sendiri. Desa yang terlalu besar akan malas meraid desa yang terlalu kecil. Masalahnya meraid itu juga butuh pengorbanan waktu dan sumberdaya untuk membuat pasukannya. Hal seperti ini juga bisa menjadi senjatamu dalam berdiplomasi.

Selain itu semua player punya jam aktifnya sendiri-sendiri. Perhatikan polanya, begitu dia masuk jam tidak aktif, berarti kesempatanmu untuk menyelamatkan resource. Entah dengan membangun sebanyak-banyaknya, mengoper ke desa lain, atau membangun cranny.

8) Player tukang raid itu kejam

Salah, semua yang terjadi di travian itu ga lebih dari usaha masing-masing orang untuk eksis dan mempertahankan diri sendiri. Kalau kamu bisa berdiplomasi, menawarkan pertimbangan-pertimbangan menarik supaya tidak difarm, bisa jadi kamu malah berteman dengan orang yang senang menyerang kamu.

Catatan lain, kamu akan sangat dikagumi oleh si tukang raid kalau tatap bisa eksis walaupun dirampok habis-habisan. Udah banyak kejadiannya kok.

9) Untuk eksis berarti harus online 24/7

Ga juga. Banyak pilihan untuk bisa selamat tanpa harus melototin travian setiap saat. Entah dengan sitter, bikin desa baru di wilayah kosong, atau mungkin bangun cranny. Semua disesuaikan saja dengan cara mainmu.

Tapi walaupun di atas ditulis main travian tidak harus 24/7, bukan berarti bisa dimainkan dengan leyeh-leyeh juga. Kalaupun tidak bisa online setiap saat, tetap camkan bahwa main Travian itu harus punya perhitungan kuat. Kapan kita login, kapan logout, berapa lama bikin pasukan, berapa lama bikin bangunan, berapa banyak SDAnya, dan seterusnya.

10) Profile [#0] cukup untuk membuat orang di sekitar berdamai, tidak menyerang

Salah besar. Membiarkan tanda [#0] justru akan mempermudah orang menentukan kapan perlindungan pemulamu habis. Begitu habis, mereka akan mulai menyerangmu secara rutin.

Kesalahan lain adalah membuat profil yang terlalu culun seperti "Jangan serang saya! Saya pemula kak!". Itu sama saja dengan membuat folder di komputermu dengan nama "JANGAN BUKA". Semua yang melihat pasti akan penasaran dan membuka.

Sebaliknya profil yang terlalu dibesar-besarkan malah akan membuatmu terlihat bodoh. Misalnya desamu masih populasi 100 tapi kamu menulis "Awas! nyerang aku, aku CATA!". Mana ada orang yang percaya desa populasi 100 bisa bikin catapult?

Jadi buatlah profil yang sedikit mengancam tapi halus.

Kesimpulan tutorial ini adalah: Salah perhitungan berarti desa kita akan jadi sasaran farm habis-habisan oleh pemain lain.
Read More..

Legenda Teutonic Knight

THE STORY BEGIN

Cerita bermula ketika bangsa Romawi memimpin segalanya. Bangsa yang paling kaya akan SDA, teknologi, penyerangan, dan pertahanan. Semua tempat dijaga oleh Praetorian, pasukan yg paling mengerikan dalam pertahanan di jaman ini.

Tetapi semua berubah, dimulai sejak salah satu dari pekerja tambang merasa muak dengan semua peraturan di Romawi. Dia memberontak, dan membuat keributan disana-sini. Chief yang saat itu memimpin tidak tinggal diam, dia menyuruh pasukan Legionnaire untuk menangkap dan menyiksa pekerja itu. Pekerja itu pun dibawa ke suatu tempat. Dia dilempar ke dalam sebuah gua kosong yg sangat gelap. Disana dia disiksa dan kemudian ditinggalkan begitu saja. Dia sekarat, tidak ada kesempatan lagi untuk dia hidup.

Ketika dia sudah tidak bisa berbuat apa-apa, tiba-tiba dia mendengar suara aneh, dan dia berbincang dengan suara itu. Suara itu seperti menjanjikan sesuatu.

Beberapa hari kemudian. Bangsa Romawi tetap seperti biasanya, tidak ada yg berani membuat keonaran. Tetapi tiba-tiba seorang Legionnaire berteriak kencang diatas menara tembok batu…

BEGINNING OF NIGHTMARE

“Seorang lelaki, menaiki seekor kuda yang dilengkapi dengar baju besi, matanya merah, bajunya emas, rambutnya panjang berwarna merah, memegang pedang di tangan kanan dan kampak di sebelah kiri.”

Inilah yang dijuluki sebagai Teutonic Knight, pasukan yang paling disegani, penebar rasa takut, dan pasukan yg paling mengerikan dalam sejarah.

Dia langsung memacu kudanya dengan kecepatan tinggi ke arah desa Romawi yg sangat kuat itu, seakan dia ingin menyerang meraka seorang diri.

Akan tetapi, Chief tidak tinggal diam. Dia memerintahkan Imperian untuk menyerang seseorang yg menunggangi kuda itu. 20 Imperian pun dikirim. Tapi apa daya, ke-20 Imperian itu sama sekali bukan tandingan lelaki itu. Dalam waktu 5 menit mereka habis ditebas hanya dengan menggunakan tangan kirinya. Dia memotong kepala seorang Imperian dan melemparnya masuk ke dalam desa Romawi, dan jatuh tepat di kaki Chief.

Warga yang merasa takut terus berlarian kesana kemari. Melihat keadaan ini, Chief segera mengirim Praetorian, Pasukan bertahan yg paling kuat, memegang Perisai yg terbuat dari baja asli, seberat 20 kg yg pasti tidak ada yg bisa menghancurkannya.

Saat Teutonic Knight ingin memasuki desa tersebut, dia di hadang oleh seorang Praetorian yg sama sekali tidak takut mati.

Dalam Sekali Tebas!

CLASS !!

Perisai baja terkuat yg pernah ada itu pun terbelah menjadi 2. Sebuah pedang tepat berada di depan mata seorang praetorian yg sedang ketakutan ini. Chief yang saat itu sudah hampir mati berdiri melihat kejadian itu, hampir tidak bisa berkata apa-apa. Akhirnya Teutonic Knight itu pun pergi tanpa permisi, dan sejak kejadian itu, Bangsa romawi terpecah menjadi beberapa bangsa lainnya.

GAUL, ANOTHER TRIBE

Sejak perpecahan itu, para babu bangunan, rakyat sekitar, dan pekerja tambang membuat bangsa baru, dan mereka menamakan diri mereka Galia. Mereka mencuri kebutuhan-kebutuhan pasukan romawi, seperti baju dan perisai, dan menyebabkan meraka menjadi sangat maju. Mereka sangat maju dalam bidang pertahanan. Mereka sangat pintar, membuat peraturan yg disukai bangsanya, bangsa yg sangat damai, aman dan tentram. Lalu mereka membuat persekutuan dengan Romawi.

Suatu hari, Chief dari galia menyuruh seorang Druidrider untuk berpatroli diluar desa. Ketika sedang berpatroli, dia terkejut karena melihat kuda Druidrider yg lain tidak membawa siapa-siapa berjalan dengan badannya yg penuh dengan darah. Di sebelah kuda tersebut terdapat tas besar berisi sebuah kepala Druidrider yg putus kena tebas. Sejak saat itu tidak ada yg berani pergi ke luar desa baik untuk berpatroli, maupun untuk masalah perdangangan.

Cerita rakyat pun beredar, tentang “Teutonic Knight Sang Pembunuh Sadis.”

"BLACK SKONDIAN PRISON"

Itu adalah nama penjara yang berada di Romawi, yang berisi pembunuh-pembunuh tersadis dari seluru bangsa. Mereka adalah orang-orang yang tidak takut mati, membunuh siapa saja.

Bangsa Romawi dan Galia dikagetkan dengan hancurnya penjara tersebut, yang mengakibatkan ribuan orang gila itu melarikan diri dari sana. Chief Romawi langsung mengambil keputusan untuk membuat prajurit lebih banyak dan lebih kuat. Dia membuat prajurit Equites Caesaris, pasukan terkuat diantara semua bangsa. Dilengkapi dengan armor yang sangat keras dan senjata yang sangat lengkap. Sedangkan Galia membuat pasukan bertahan seperti Phalanx dan Haeduan.

2 tahun berlalu. Bangsa Romawi dan Galia yang merasa aman itu sekarang sudah tidak khawatir lagi tentang Teutonic Knight dan orang-orang gila yg keluar dari penjara.

TEUTON, IN THE NIGHT OF NIGHTMARE


Pada suatu hari, Romawi dan Galia mengadakan pesta. Bangsa Galia dan Romawi pun merayakan perdamaian yg mereka buat sejak beberapa tahun lalu, serta menghilangnya legenda pembunuh Teutonic Knight. Beratus-ratus minuman alkohol tersedia di meja. Kembang api terus-terusan dipasang. Mereka tidak memerdulikan apapun saat pesta tersebut. Seluruh pasukan mendapatkan gadis-gadis yg mereka inginkan. Sungguh pesta yg sangat meriah.

Tiba-tiba, tepat di jam 12 malam, dari balik kepulan asap, datanglah seseorang yang memakai baju armor dari kayu dan berambut gondrong, memegang sebuah club yang berduri-duri tajam. Pada saat itu bangsa Romawi dan Galia tidak menyadari akan datangnya dia, karena di tempat pesta itu hampir tidak terlihat sesuatu karena asap yg menyelimuti semua. Tiba-tiba orang tersebut melemparkan clubnya.

BRAK !!

Club tersebut mengenai kepala seorang Swordsman hingga bocor, dan mati seketika. Semua kaget dengan bunyi yg dikeluarkan oleh senjata tadi, dan mata semua pasukan langsung tertuju kepada arah datangnya club tersebut.

Chief dari romawi berkata keras: "HEY, DARI MANA ASALMU? KENAPA KAU MENYERANG KAMI?"

Orang dibalik asap itu kemudian menjawab: "KAMI DATANG UNTUK BALAS DENDAM."

Tiba-tiba asap pun menghilang, dan dibalik itu semua, ribuan pasukan Clubswinger telah mengelilingi pesta tersebut. Dipimpin oleh sang pasukan legendaris "Teutonic Knight."

Teutonic Knight berkata: "Kami hanya ingin membalas apa yg kau lakukan pada kami."

Ribuan pasukan Romawi dan Galia pun berperang menghadapi ribuan Clubswinger yang paling ganas dan sama sekali tidak takut mati, menyerang seperti orang gila. Malam itu pun berakhir. 4600 pasukan Galia dan Romawi mati tidak berdaya. tetapi, hanya 470 Clubswinger yang mati dari 2560 pasukan.

CRY WITHOUT TEARS

Berdukalah semua warga yg kehilangan anggota keluarganya. Sekarang seorang ibu menjadi seorang janda. Ada anak yg tidak mempunyai seorang ayah lagi. Tangisan demi tangisan membasahi kedua bangsa tersebut. Kedua chief yg tidak dibunuh menjadi gila setelah acara pesta tersebut. Hanya tangisan yg terdengar setiap hari. Dan yang ada tangisan tanpa air mata. Air mata mereka sudah habis, dibuang setiap hari sejak malam itu.

1 bulan pun berlalu. Meskipun masih belum terlalu tenang dengan kondisi yang baru saja pulih dari tangisan itu, ke-2 bangsa itu berhasil memperoleh 3000 pasukan, yang terdiri dari Swordsman, Legionnaire dan Imperian untuk menyerang balik orang-orang gila Clubswinger tersebut.

Sebelum menyerang, mereka menyuruh pasukan Equites Legati untuk mencari keberadaan desa orang-orang gila itu. Akan tetapi, setelah beberapa bulan mencari akhirnya dari 43 pasukan yg dikirim hanya 1 yg kembali. Dia mengatakan desa itu ada di kordinasi (-500) (-500). pasukan pun diluncurkan secepat kilat. Tanpa basa basi mereka semua pergi kesana. Dengan tampang yang penuh dendam, pasukan Romawi dan Galia siap untuk membalaskan dendam mereka.

PALADIN

Setelah menempuh perjalanan selama 35 jam, beberapa pasukan yg tidak kuat banyak yg kembali, dan mati. Dengan panasnya gurun pasir yang mereka lewati, dengan rasa dendam ingin membunuh, mereka tidak akan pernah mundur lagi.

Saat mereka sampai disana, mereka terkejut setelah melihat sebuah desa yg sangat gelap, sunyi dan senyap. Bangunan-bangunan yg berhancuran, tulang-tulang manusia yang berceceran, darah di setiap ruas jalan. Inikah yg disebut The Dead Village?

Cerita-cerita lama itu mulai dikenang lagi oleh mereka semua yg melihat desa ini. Mereka memasuki setiap tempat yg kosong, memeriksa setiap ruas jalan, dan benar desa ini benar-benar kosong.

Tiba-tiba, dari kejauhan, mereka melihat 10 orang yg sedang mengendarai seekor kuda yang mengerikan. Matannya merah, penuh dengan darah. Mereka mebawa sebuah perisai kecil di tangannya, dengan senjata berbentuk palu besar.

Seseorang dari prajurit berteriak.

ITU PALADIN !!

Ribuan pasukan itu pun berlarian tanpa tau arah tujuan. Sebagian yang tidak takut mati akan menghadapinya. Mereka tau bahwa cerita Paladin yang mengendarai kuda itu sangat lah mengerikan. Tidak ada prajurit yang bisa menembus pertahanan terkuatnya.

2750 TROOPS DEAD

Satu demi satu mereka mati. Darah demi darah berceceran. Sungguh mengerikan, mereka di bantai di desa kematian tersebut. Beberapa prajurit berusaha menyelamatkan diri dengan melarikan diri mereka. Akan tetapi, Paladin dengan kudanya mampu mengejar dan memburu mereka. Meskipun begitu, masih ada beberapa yang berhasil lolos. Dari kejauhan, pasukan berkuda terkuat Romawi yg paling hebat dan di segani itu, 20 Equites Caesaris, baru saja sampai. Dengan cepatnya mereka membantu prajurit Romawi dan Galia menghadapi pasukan Paladin.

CLASSS !!

Bunyi pedang terus terdengar dari kejauhan.

2 hari pun berlalu, 1 pun pasukan Equites Caesaris tidak ada yg kembali.

THEY’RE GONE

Pasukan yang selamat telah kembali ke desanya masing-masing, dengan penuh duka. Mereka bukan pergi membalaskan dendam, tapi malah membuang-buang nyawa. Tangisan demi tangisan terus terdengar. Sudah lebih dari 8000 prajurit dari Romawi dan Galia tewas mengenaskan akibat serangan Teutonic knight dan segerombolan prajurit gila. Tidak ada yang ingin memimpin ke 2 bangsa ini sekarang. Apalagi dengan menghilangnya 20 Equites Caesaris yg paling dianggap sebagai pasukan terkuat, semakin membawa duka yang mendalam.

3 hari berselang, warga-warga yang terpisah bekerja seperti biasanya. Tiba-tiba dari kejauhan, dibalik asap debu padang pasir itu, segerombolan pasukan berkuda datang.

Ternyata itu adalah ke 20 Equites Caesaris. Tidak ada luka, maupun goresan. Semua warga terlihat gembira. Malah seluruh bangsa pun ikut senang akibat kehadiran mereka kembali. Tak disangka mereka telah kembali lagi, dan duka pun sedikit berkurang. Semua kembali seperti biasanya. Tetapi aneh, satu demi satu prajurit Equites Caesaris ini menghilang secara mendadak, yang mengakibatkan bangsa Romawi dan Galian ketakutan kembali.

CURSED ROMANS

Setelah menghilangnya para pasukan Equites Caesaris dari Romawi, sekarang malah hilangnya para haeduan dari Galia. Galia kemudian memutuskan untuk memutuskan hubungan persekutuan dengan Romawi yang dianggap membawa sial bagi bangsa mereka sejak bersekutu dengannya. Malah Galia mengumumkan perang. Disaat sedang berduka seperti ini, Galia benar-benar marah, bukan kerena hilangnya pasukan Haeduan, malah warga-warganya juga ikut menghilang.

Romawi yang saat ini sedang stress berat menghadapi masalah ini menyuruh seorang Equites Legati untuk berpatroli. 2 hari setelah berpatroli dia membawa kabar bahwa dia telah melihat ratusan orang berkumpul di gua tempat bangsa Romawi membuang seorang pekerja tambangnya. Mungkin ini sebuah kutukan karena mereka telah membuang dan menyiksa seorang pekerjanya.

Galia benar-benar menganggap bahwa semua ini adalah kesalahan Romawi. Mereka menjadi ikut terkena kutukan yang menimpa bangsa Romawi.

DASAR ROMAWI PEMBAWA SIAL!!!

Seorang dari warga galia berteriak keras.

WAR !!

Bangsa Galia yang menganggap bangsa Romawi adalah biang pembawa sial itu pun tidak tinggal diam. Mereka membuat prajurit apa adanya, yang siap menyerang romawi secepat mungkin.

Bangsa Romawipun tidak tinggal diam akan pristiwa ini. Mereka pun membuat pasukan sendiri.

Ke-2 bangsa itupun sudah lupa akan peristiwa Teutonic Knight, Paladin, dan menghilangnya pasukan-pasukan mereka. Anak-anak dan para ibu terus menangis. Mereka sudah berpisah dengan banyak keluarga mereka yg sudah mati.

Dibalik semua itu, pasukan Teutonic knight di sebuah desa yg sangat seram sedang mempersiapkan pasukan sebanyak 30000 prajurit siap mati. Para Clubswinger gila itu siap diterbangkan ke medan pertempuran antara Romawi dan Galia.

Dengan bermodalkan club yg sangat tajam, mereka berangkat, dengan mendendangkan sebuah lagu.

"Cangkul.

Cangkul.

Cangkul yang dalam.

Menanam gandum dirampok orang.

Eyaaaa eyyaaaaa !!”

“NIGHT WHEN PATH TO HELL AND HEAVENS OPENED”

Itulah kata seorang peramal dari Romawi, yang meramalkan banyak kematian di malam ini. Kesedihan, tangisan, akan kembali menyelimuti bangsa ini. Sebuah bangsa akan hancur tepat ketika sang surya mulai menampakkan sinarnya.

Malam ini, malam peperangan terakhir, disaat semuanya menjadi kesatria, wanita, anak-anak, walaupun yg sudah tua sekalipun, akan berperang mati-matian.

5000 pasukan Romawi berkumpul, berjalan menuju ke tengah-tengah peta, dimana akan terjadinya perang. Tidak satupun orang berada di desa mereka. Ini pertarungan terakhir dimana akan tamatnya salah satu diantara bangsa Romawi dan Galia.

Dari kejauan bangsa Galia terlihat, anak kecil, ibu-ibu, kakek, dan nenek-nenek, membawa pedang, siap berperang. Mereka berkumpul.

Dari kejauhan ketua Romawi dan Galia saling bekomunikasi.

Romawi: APAKAH KAU YAKIN DENGAN KEPUTUSAN YANG KAU AMBIL ??

Galia: AKU YAKIN !!

Mereka berbicara sekuat tenaga agar terdengar satu sama lain, karena jarak mereka yang sangat jauh. Pedang sudah naik ke atas kepala. Saat mau menyerang, tiba-tiba, dari kejauan, terdengar suara ribuan orang sedang datang menuju kearah mereka. Mereka mengambil tindakan cepat agar membatalkan peperangan antara mereka. Dan kemudian bersatu. Mereka yakin ini pasti bangsa "Gotik (Teuton)", dan ternyata.

THE LONG, LONG WAR

Ternyata ke 20 pasukan Equites Caesaris dan warga-warga yg dulu menghilang, dengan mata merah darah, seperti kumpulan zombie, mereka berjalan seperti mayat hidup. Di persenjatai dengan baju dan persenjataan yg lengkap, membuat 10000 pasukan Romawi dan Galia itu terkejut berat.

Salah satu dari zombie itu berkata: "We Are The Natrian."

Mereka membawa 50000 pasukan dalam bentuk apa saja. Ada pasukan Gajah, Tombak, Dan Pedang. Sangat menakutkan.

Romawi dan Galia membatalkan perang diantara mereka dan siap perang melawan pasukan Natrian. Peperangan di mulai. Beribu-ribu pasukan Natrian itu berlari menuju ke arah pasukan Romawi dan Galia.

Saat pasukan pertama natrian ingin memukul kepala seorang Swordsman, tiba-tiba.

TRANG !!

Suara keras yang memantul, semua terdiam. Baik bangsa Natrian, Romawi, maupun Galia. Dari belakang mereka seekor kuda dan penungganngnya muncul, menahan serangan pasukan Natrian tadi. Dan itu seorang Paladin, seorang paladin yg datangnya tidak tau dari mana itu langsung memukul kepala pasukan Natrian hingga tewas, dan berkata:

"I WILL KILL YOU ALL, NATRIAN !!"

Peperangan dimulai dengan seorang Paladin bersekutu kepada pasukan Romawi dan Galia. Sudah hampir 3 menit, 4000 orang sudah tewas dari bangsa Romawi dan Galia. Tidak masuk akal.

Tiba-tiba, dari kejauhan, dibalik asap, terdengar suara kuda. Semua orang tertuju pada suara itu. Kesatria dengan mata merah dan rambut panjang.

TEUTONIC KNIGHT !!

Mungkin itu adalah waktu dimana bangsa Romawi dan Galia sudah pasrah akan nyawa mereka sendiri. Mereka sudah siap mati. Dibalik asap, dibelakang Teutonic Kngiht, 30000 Pasukan Clubswinger bersiap.

Pemimpin dari Natrian berkata: "Hehe, you came Teutonic Knight, we can finish this together."

Dan Teutonic Knight pun berkata: "You wrong, I will finish you."

Pasukan Romawi dan Galia terkejut dengan apa yang diucapkan Teutonic Knight. Para Clubswinger berlari menuju ke arah pasukan Natrian tanpa basa basi.

Peperangan antara Gotik dan Natrian pun berlangsung. Pasukan Romawi dan Galia yg saat itu hanya melihat peperangan yg paling mengerikan dalam sejarah itu pun tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Mereka seperti melihat neraka didepan mata mereka.

GALLER

Peperangan itu sungguh tidak bisa dihentikan lagi. Pasukan Clubswinger yang haus dengan darah itu terus menyerang tanpa henti. Selama peperangan itu, 1000 pasukan Teuton tewas, dan mereka hanya berhasil menewaskan 200 pasukan Natrian.

Seorang warga dari desa Romawi merasa aneh. Dari gaya Teutonic Knight itu dia merasa mengenalinya. Tiba-tiba.

BRANG !!

Suara yang mengagetkan semua pasukan yang ada disitu dalam sekejap. Di tengah peperangan, pedang Teutonic Knight sedang berlaga dengan seorang Equites Caesaris.

BRANG !

Hantaman keras itu membuatkan Teutonic Knight terjatuh dari kudannya yang sangat melegenda itu. Dia terduduk. Saat itu seorang Equites Caesaris mengangkat pedangnya untuk membunuh Teuntonic Knight yang sangat melengenda itu. Tiba-tiba.

BRANG !!

Sebuah pedang terbelah. Seorang warga dari Romawi telah menahan serangan Equites Caesaris tersebut hingga pedang pasukan Romawi itu terbelah.

Teutonic Knight yang saat itu terkejut dengan hal itu langsung melihat wajah sang warga itu, begitu juga sebaliknya. Warga itu lalu berkata: "Sudah kuduga, Galler kau masih hidup."

Galler adalah seorang pekerja tambang yang dulu pernah disiksa dan dibuang ke gua, dan sekarang adalah prajurit terkutuk Teutonic Knight.

Sekali lagi Equites Caesaris mengangkat pedangnya, dan menebas keras ke arah warga tersebut hingga tidak berdaya lagi.

UNITY

Galler sangat terkejut melihat temannya sendiri tewas dibunuh didepan matanya hanya demi menyelamatkan dirinya, padahal galler sudah membunuh banyak anggota keluarga saat di pesta dan desa kematian. Galler sempat menangis. Tangisan itu membuat dia marah. Dia langsung mengambil pedang dan kampaknya yang terjatuh, berdiri dengan tegak, kembali menunggangi kudanya.

EEEEYYYYAAAAAAA !!

Galler berteriak keras dan membuat seluruh pasukannya menjadi semangat. Peperangan pun semakin panas antara teuton dan natrian. 23560 pasukan Teuton melawan 45670 pasukan Natrian.

10000 pasukan Romawi dan Galia saat itu melihat kejadian itu. Satupun dari mereka tidak ada yg berani membantu. Bahkan 1 langkah pun. Mungkin ini hari akhir bagi mereka semua. Kematian sudah di depan mata. Tiba-tiba satu dari warga Galia maju kedepan dan berkata: "Teuton sekutu kita, aku akan membantunya."

Seorang prajurit itu berlari ke arah pasukan Natrian dan memukulnya hingga mati. Melihat kejadian itu, bangsa Romawi dan Galia pun sedikit tersentuh. Sedikit demi sedikit, 1 per 1 prajurit maju untuk membantu. Lama kelamaan semuanya. Sekarang bangsa Teuton, Galia, dan Romawi bergabung untuk mengalahkan natrian.

35300 prajurit gabungan dan 43000 prajurit Natrian. Hanya berselang 3 menit. 20000 pasukan gabungan telah tewas tidak berdaya. Teuntonic Knight memerintahkan semua untuk mundur kearah desa kematian. Semua pun berlarian menuju ke arah desa kematian sambil dikejar berpuluh-puluh ribu pasukan Natrian.

TIME TO DEFEND

Galler terus berteriak. Semua pasukan berlari ke arah desa yang cukup besar itu. Ketika semua prajurit sudah masuk, mereka membuat pertahanan hanya dengan barang-barang yang tersisa.

TUTUP PINTUNYA !!

Beberapa pasukan menutup pintu desa yang amat berat itu. Disinilah, mungkin disini ajal mereka, terkepung di sebuah desa kematian, di kejar pasukan Natrian.

”Jangan takut, kita akan baik-baik saja disini”, kata salah seorang Clubswinger.

Kata-kata itu membuat semangat baru bagi prajurit-prajurit yang tersisa. Tetapi kemudian terdengar suara menakutkan dari balik kabut pasir. Ribuan pasukan Natrian menuju ke desa itu. Jantung rasanya ingin berhenti. Pasukan Natria itu datang sebentar lagi.

Galler yang tidak ingin mereka menjadi putus asa ini pun langsung mengambil tindakan tegas.

“Ambil benda-benda tajam yang ada di sana!”

Sambil menunjuk ke arah bangunan-bangunan yg sudah hancur itu.

“Dan naik ke atas tembok desa!”

Para warga pun binggung, apa yg di inginkan Teutonic Knight ini.

“Saat hitungan ketiga, kalian lempar ke arah pasukan Natrian! Ini saatnya untuk Defend!”

ATTACK !!

1.

2.

3 !!

Semua prajurit yang berada diatas melempar semua yang mereka pegang. Serangan itu berhasil membuat beberapa pasukan Natrian tewas, dan memperlambat geraknya.

“Terus, jangan berhenti!”

Galler berteriak keras. Pasukan galia menahan pintu sekuat tenaga, dengan menggunakan barang-barang yang ada. Tetapi itu tidak bertahan lama. Galler menyuruh pasukan romawi untuk turun dari atas sana, sementara Galia terus menahan pintu yang sedang didobrak. Semua pasukan menjadi takut. Mereka terjebak. Desa ini telah dikepung, telah di kelilingi oleh pasukan Natrian.

5 menit kemudian desa itu pun berhasil dibuka oleh bangsa Natrian. Mereka langsung berlari menuju pusat desa yang sangat besar itu. Tetapi, prajurit Natrian sangat binggung.
1 pun dari prajurit Teuton, Romawi atapun Galia tidak terlihat.

Tiba-tiba.

"ATTACK !!"

Semua pasukan keluar dari rumah-rumah yang sudah rusak itu. Serangan dadakan terjadi kepada bangsa Natrian. Teutonic Knight yang saat itu berdiri diatas sebuah kayu yang tinggi sedang mencari kapten dari Natrian.

“Ketemu !! Disana.”

Teutonic Knight tersebut loncat melewati beberapa pasukan yang sedang berperang itu.

PALADIN, THE LAST HOPE

BRAK !!

Teutonic Knight jatuh di antara pasukan-pasukan Natrian yang sedang berperang. Dia terus membunuh para prajurit Natrian supaya dapat mencapai titik dimana kaptennya berada. Sungguh peperangan yang sangat sadis. Peperangan ini sungguh-sungguh merupakan peperangan terakhir. Pasukan Romawi yang saat itu berperang mati-matian, tidak perduli apa-apa lagi. Dengan ganasnya membunuh setiap prajurit dari Natrian. Begitu juga Galia. Tetapi, dari kejauhan, 10 prajurit berkuda telah datang. Membawa palu yang besar, muka yang penuh dengan rasa marah, rambut yang gondrong, dan sebuah perisai yang terkuat dari apapun.

PALADIN !!

Semua tekejut akan kehadiran Paladin. Bangsa Romawi dan Galia merasa bahagia begitu mengetahui Paladin ialah satu satu dari bangsa Teuton. Bangsa yang paling ditakuti sedunia setelah Natrian. Telah hadir, mereka yang mengira ke-10 paladin itu telah mati di bunuh oleh 20 Equites Caesaris itu teryata tidak benar. Malah Paladin ini telah membunuh 20 Equites Caesaris dan membuangnya ke gua terkutuk untuk dijadikan tumbal untuk bangsa Natrian yang telah memberikan mereka kekuatan. Tetapi malah pasukan tersebut dimasuki oleh roh-roh jahat pasukan Natrian, yang membuat ke-20 Equites Caesaris ini sangat kuat tak terkalahkan.

Ke 10 paladin itu tidak sendiri. Dibalik asap pasir yang tebal. Prajurit yang membawa kampak besi. Jalan seperti zombie itu mengikuti dengan banyaknya. Mereka disebut “Axeman.”

Semua prajurit dari bangsa Romawi dan Galia berlari menuju ke arah ke-10 Paladin yang berjalan menuju desa tersebut. Teutonic Knight yang saat itu sedang terus membunuh pasukan-pasukan Natrian itu tak berhenti-hentinya membunuh. Diikuti para Clubswinger yg semakin bringas dan gila itu.

5 banding 10. itulah yang terjadi pada bangsa Teuton, Romawi dan Galia sekarang. Mungkin ini memang hari akhir mereka. Tapi itu tidak lagi, setelah kehadiran pasukan Paladin. Pasukan terkuat dalam pertahanan itu siap bertempur.

THREE KINGDOM

Pasukan Paladin bergerak dengan sangat cepat menuju desa. Pasukan Romawi dan Galia yang tidak tahan lagi, lari keluar desa untuk beristirahat dan menugmpulkan yang tewas. Ke-10 Paladin itu berpisah ke 10 arah, masing-masing disusul dengan pasukan kampak zombie Axeman yang tampak garang dan mematikan itu. Sungguh pertarungan yang sangat mengerikan dalah sejarah.

Sekarang hanya pasukan Teuton yang bertempur. Clubswinger, Axeman, legendaris Teutonic Knight, dan Legenda Paladin melawan pasukan Natrian, pasukan pengutuk, pasukan yang paling mengerikan, pasukan yang tiada habisnya.

Sementara bangsa Romawi mengumpulkan mayat-mayat yang dekat dengan mereka, bangsa Galia membangun gerobak dari kayu-kayu yang tersisa dari gedung yang hancur. Sambil menangisi pasukan-pasukan yang meninggal dunia, mereka memasukannya ke dalam gerobak untuk di bawa ke desa mereka. Para anak kecil dan ibu-ibu disuruh kembali ke desa masing-masing.Dan sekarang yang tersisa hanyalah para lelaki. Mereka siap bertempur lagi. Dimana bangsa Teuton sedang melawan Natrian, disitu mereka akan membantu. Mereka sudah melupakan peperangan antara kedua bangsa itu. Sekarang mereka akan berdamai. Berdamai untuk selamanya. Meskipun harus mati di hari ini juga.

HYAAA !!

Seluruh pasukan Romawi dan Galia berlari menuju ke arah desa dengan cepatnya. Ini lah bangsa Romawi, Galia, dan Teuton siap bersatu.

THE THREE KINGDOM

KILL THE LEADER !!

Paladin yang saat itu berada paling depan langsung menabrak pasukan Natrian dengan kudanya yang tinggi besar itu. Disusul Paladin yang lain dan pasukan Axeman. Mereka berperang sangat beruntung dengan kehadiran pasukan Paladin. Sungguh diluar dugaan. Pasukan Paladin yang dikira sudah mati itu kini datang kembali. Malah telah membawa anggota Axeman.

Teutonic Knight, ditengah keramaian terus membunuh tanpa henti. Berusaha mencari celah untuk mencari ketua Natrian. Tapi karena keramaian tersebut dia jadi kehilangan jejak. Dia menaiki sebuah kayu dari bangunan lama. Terus mencari keberadaan ketua dari Natrian.

Titik 97|-102. Bisik seorang Pathfinder yg penuh darah. Seorang Phalanx yg saat itu sedang kesusahan. Berkata dengan kuat.

“Galler !! Aku tidak ada senjata.”

Galler berbalik arah dengan kudanya. Mencari sesuatu yang tidak tau jelas apa yang sedang dipikirkannya. Dia mengambil senjata yang dipegang oleh bangsa Natrian. Sebuah tombak panjang lalu memberinya pada seorang Pathfinder yang sangat pendek itu.

Galler berkata: “Berikan senjata ini pada temanmu yang disana.”

Sang Pathfinder kecil berkata : “apalah daya pedang ini? sebentar lagi dia juga mati.”

Galler langsung menatapnya tajam dan berkata : “Kita disini berjuang untuk mati. Tak ada 1 orang maka tidak ada semuanya. Gunakan keahlianmu sekarang!”

Galler berkata keras seperti membentak. Sang Pathfinder tersentuh dan menggunakan badannya yang kecil untuk melewati pasukan-pasukan yang sedang bertarung itu.

“Ini pedangmu Sobat, berusaha lah.”

Galler kembali mencari letak ketuanya. Dan,

Ketemu !!

Dia langsung memerintahkan semua pasukan, bahkan Paladin.

"Bunuh ketuanya !!"

Semua prajurit langsung mengarahkan senjata ke arah ketuanya. Prajurit Natrian mecoba menahan serangan prajurit prajurit Teuton tersebut. Galler turun dari kayu tersebut dan membantu mereka untuk menyerang ketuanya, yang dipimpin oleh Equites Caesaris yang paling kuat.

AGAINST THE DEAD 

Teutonic Knight mencari celah untuk langsung ke tempat ketua dari Natrian yang sangat besar itu, melewati belakang-belakang gedung yang sudah hancur. Teryata gedung itu sudah dilengkapi oleh perangkap-perangkap mematikan Galia. Sungguh hebat, ratusan prajurit mati karena perangkap tersebut.

Galler terus membunuh prajurit-prajurit Natrian yang menghalangi jalannya. Akhirnya, saat yang ditunggu-tunggu, Galler berada tepat berada di belakang ketuanya. Saat ketuanya melihat ke arah Galler, ketakutan di mata Galler terlihat sangat jelas. Equites Caesaris yang saat itu memegang sebuah tombak dan pedang itupun siap untuk melawan Galler yang memegang kampak dan pedang. Mereka saling memandang, hasrat ingin membunuhpun tergambar dari wajah mereka berdua. Tidak ada yang berani mendekati mereka. Mereka sudah memegang senjata masing-masing dengan sangat kuatnya, hingga tangan mereka sendiri berdarah. Sekarang wajah Galler mulai menunjukkan kebencian terhadap Equites Caesaris, dan mereka pun melakukan pembicaraan.

Equiter Caesaris : Ingatlah Galler, siapa yang membuatmu menjadi sehebat ini.

Teutonic Knight : Aku tidak peduli akan hal itu, aku telah terpikir, walaupun aku benci bangsaku, tetapi aku dilahirkan dan dibesarkan disitu!

Equites Caesaris : Dasar tidak tau diuntung kau, mati lah kau!

Hyaaa !!

Equites Caesaris langsung berlari dengan kudanya menuju ke arah Galler. Dia loncat dari kuda, sambil mengarahkan pedanngya ke atas dan.

Swuzzzzzzzzzzzzz.

PRANK !!

Seorang swordman menahan serangan Equiter Caesaris. Lagaan pedang yang sangat menabjubkan dari pedang Swordman. Sang pemberani dari Galia. Pedang mereka yang terbuat dari baja yang sangat berat itu, hanya orang-orang tertentu yang bisa memegangnya. Swordman berhasil menahan serangan tersebut dan berhasil menyelamatkan galler.

Equites Caesaris : "Saatnya kau bertemu dengan kematianmu Swordman"

Dia terus menyerang Swordman terus-terusan. Hingga akhirnya Equites Caesaris menebas kepala Swordman hingga putus.

Galler semakin marah melihat kejadian ini. Orang yang berusaha menolong dia hingga bangkit itu dibuat mati oleh Equites Caesaris. Mereka terus bertarung berdua. Sementara prajurit-prajurit yang lain sedang dalam peperangan besar yang menyibukkan mereka.

IS THIS THE END?

Saat Natrian terancam, datanglah bantuan dari alam berupa gajah, macan, kelalawar, dan lain-lain. Saat itu terjadilah pertempuran terhebat didalam sejarah. Para pasukan Galia dan Romawi mundur. Pasukan Teuton bingung tetapi mereka terus menyerang. Saat mereka terdesak, tiba-tiba 10 Pathfinder memerintahkan semua pasukan Teuton ikut pada mereka karena gak ada pilihan lagi. Ternyata mereka menuju dead village. Tapi kondisi di sana berbeda. Ternyata bangunan dan pagar sudah diubah menjadi yang lebih baik dan kuat. Juga senjata-senjata yang baik dan adanya Ram dan Catapult. Galler pun mengganti armor dan senjata dan memakan sedikit gandum. Saat Natrian datang, beberapa pasukan Natrian terperngkap oleh perangkap yang dibikin Galia, dan membunuh banyak pasukan Natrian. Pertarungan besar kembali di mulai.

TING !!

TANG !!

PRANK !!

Bunyi suara pedang yang berlaga antara Teutonic Knight dan Equites Caesaris, dua pasukan berkuda yang paling seram. Mereka bertarung di tengah-tengah prajurit Natrian yang mengelilingi mereka berdua. Sedangkan yang lainnya sedang berperang besar. Keringat dari Galler keluar sangat banyak, dia pasti sangat capek. Ini adalah pertarungan yang sangat mengerikan. Dia harus mengorbankan seluruh bangsa. Romawi sang legenda, Galia yang jago dalam perangkap bahkan Teuton yang ahli dalam peperangan berakhir menyedihkan.

Mereka berdua sedang kelelahan. Mereka saling memandang satu sama lain.

“Hey bodoh! Kau takkan bisa membunuhku. Aku adalah Raja, dan jika kau membunuhku, kau akan mati. Karena semua pengikutku akan mati.”

Mendengar ucapan itu, Galler sedikit takut. Tapi apa boleh buat, dia tidak mau bangsa Romawi dan Galia mendapat kesedihan lagi.

Hyaaa !!

Dia berlari sangat cepat menuju Equites Caesaris, dan dia langsung melemparkan kampaknya.

Swusss !!

Kampak yang kuat itu di tahan oleh tombaknya Equites Caesaris hingga tombak itu terbelah dan terlempar sangat jauh. Saat Equites Caesaris sedang lemah, Galler menghantam kaki kudanya dengan pedangnya hingga terputus. Sampai Caesaris terjatuh.

Dia langsung mengarahakan pedangnya ke kepala Equites Caesaris.

“Ingatlah, jika kau membunuhku, kau akan mati!”

Galler terdiam, seakan dia tidak ingin membunuh. Dia takut akan mati. Sambil melihat keselilingnya, pasukan Romawi yang sedang berperang, mati, begitu banyak tangisan yang sudah mereka keluarkan. Dia tidak ingin membuat mereka bersedih lagi.

Hyaa !!

Galler langsung menancapkan pedangnya ke arah badan Equites Caesaris.

POWERFULL FORCE

Tusukan itu menembus badan dari Equites Caesaris. Dengan tusukan itu menghasilkan sinar yang sangat terang, dan memancarkan kekuatan yang sangat kuat. Seluruh prajurit Romawi, Galia yang badannya sangat tegap dan keras itu, bahkan Teuton terjatuh karena kekuatan itu. Sementara pasukan-pasukan Natrian berteriak sangat kuat. Jika raja mereka mati mereka juga akan mati. Bahkan Teutonic Knight sendiri.

Beberapa prajurit natrian telah menghilang. Sedangkan beberapa Romawi dan Galia terjatuh dan pingsan. Tiba-tiba pedang yang menembus tubuh Equites Caesaris terlempar kuat ke atas. Teutonic knight terkejut akan hal itu. Equites Caesaris langsung berdiri seperti tidak terjadi apa-apa. Galler terkejut melihat kejadian itu.

“Dasar bodoh, aku tidak bisa dibunuh semudah itu.”

Equites Caesaris tertawa keras.

Slap !!

Teutonic Knight mengambil pedangnya yang terjatuh dari atas.

Cras !!

dia menebas tangan Equites Caesaris yang sedang tertawa itu hingga putus. hal itu membuat anggotanya menjadi lemah, termasuk Galler.

DIE !!

Tangan Equites Caesaris yang terpotong tersebut mengeluarkan sinar hitam. Galler seperti terdorong sesuatu, yang membuatnya terpental jauh ke arah bangunan kosong.

“Hahaha, dasar bodoh!”

Equites Caesaris tertawa keras, diikuti para prajurit-prajuritnya yang masih berjumlah ribuan.

Galler terpental dan masuk ke dalam sebuah bangunan tua, menghantam kaca hingga pecah. dia jatuh terduduk. Kudannya yang sangat kuat itu pun mati tidak berdaya terkena sinar hitam tersebut. Dengan wajah penuh emosi, Galler mengambil pedangnya kembali. Saat Galler keluar, tidak disangka. Tangan Equites Caesaris sudah kembali utuh. Dia tertawa lagi, kemudian berkata : “Bodoh, kau pikir aku sangat mudah dibunuh.”

Dengan emosinya Galler berlari menuju Equites Caesaris dan menusukkan pedangnya. Kali ini dia menusuk pas di perut. Lagi-lagi tusukan itu mengeluarkan sinar hitam yang membuat Galler terpental ke pasukan Galia. Kali ini Equites Caesaris berlari ke Galler. Menginjak Galler yang tidak sempat berdiri.

“Dasar bodoh, ternyata sangat mudah untuk membunuh orang seperti mu.”

Equites Caesaris mengangkat pedangnya ke atas. Galler yang tidak tau harus berbuat apa-apa lagi sudah tidak dapat menghentikan Equites Caesaris lagi. Pasukan Romawi dan Galia yang sedang melihat kejadian itu sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Apakah ini akhir hidup Teutonic Knight, The Legend Knight?

THE REMAINS

SLURP !!

Galler sang Teutonic Knight itu terkena tusukan hingga tembus ke tulang belakangnya. Galler langsung melotot kesakitan. Keluar darah dari mulutnya. Saat itu, semua prajurit berhenti berperang.

“Kalian liat itu, orang bodoh itu mati.”

Equites Caesaris berteriak keras. Sekarang hanya prajurit-prajurit yang tersisalah yang akan melawannya. Paladin, Axeman, Clubswinger, Romawi, dan Galia. Sekarang, 21400 Prajurit Natrian melawan 19650 prajurit The Three Kingdom.

Paladin terkuat yang memimpin saat itu memerintahkan berkumpul dan kembali ke barisan untuk penyerangan. Dengan wajah dan badan yang penuh darah. Prajurit tidak takut akan apapun. Meskipun Teutonic Knight yang mati ditengah-tengah mereka itu pun sudah tidak bernyawa.

Tiba-tiba sang Haeduan, penunggang kuda terhebat disitu masuk ketengah-tengah mereka.

“Dulu dia menghianati kita, sekarang dia berperang demi kita. Dia berjuang demi kita, walaupun dia harus mati disini. Teman-teman, aku tidak mau melihat kalian sedih seperti ini. Kita harus meneruskan perjuangannya.”

Hitungan Ke 3,

1.
2.
3.

SERANG !!

Semua prajurit dan Natrian maju bersamaan dengan berteriak keras. Mungkin ini pertarungan terakhir untuk menghabisi Natrian. Saat sudah di depan kematian.

THE LEGEND NOT DIE

TIba-tiba.
Badan Teutonic Knight mengeluarkan cahaya berwarna putih. Cahaya tersebut menyilaukan mata. Membuat berpuluh-puluh ribu prajurit Natrian terpental. Sebagian terbunuh. Bahkan Equites Caesaris pun terpental mengenai gedung hingga roboh.

Sungguh kekuatan yang luar biasa. Sang legend kembali bangun, dengan kudanya yang sudah mati itu. Tubuhnya bersih, tanpa goresan sedikit pun.

Tiba-tiba dia pergi meninggalkan desa dengan kudanya. berlari tanpa alasan seperti melarikan diri. Pasukan Romawi dan Galia terkejut, bahkan Paladin. Mereka tidak akan sanggup jika Galler tidak membantu mereka. Galler pergi keluar desa, menuju entah kemana. Mungkin dia sudah menyerah, atau mungkin dia takut untuk mati. Mungkin ini memang peperangan terakhir untuk The Three Kingdom.

MAJU !!

Seluruh prajurit rela mati untuk berperang, dan.

Brak Bruk Brak !!

Darah berceceran dimana-mana. Sudah tidak ada lagi harapan untuk pasukan. Jika sudah datang, harus berani mati. Demi anak cucu. Pukulan tidak ada hentinya. Mereka memukul setiap detiknya. Membunuh setiap detiknya. Dan terbunuh setiap detiknya.

Hanya tinggal 3 paladin dari 10. Hanya tinggal 2340 Axeman dari 5000, hanya tinggal 3000 clubswinger dari 10000, hanya tinggal 5430 dari pasukan romawi dan galia. Dan hanya ini yang tersisa untuk mengalahkan 19000 pasukan Natrian.

TIME TO DIE

Serang !!

Seluruh pasukan yang ada melawan Natrian. Pasukan Galia yang berada di belakang melempar kayu-kayu yang mengarah ke pasukan Natrian yang berlari menuju mereka. Pasukan Tombak Romawi berada di depan untuk menusuk. Pasukan Paladin menlindungi setiap sisi pasukan. Dan Axeman akan bersiap untuk counter. Sedangkan Clubswinger serangan dari belakang.

Classhh !!

Tusukan tombak ke badan Natrian. Setelah itu prajurit Axeman menyerang dari belakang pasukan bertombak. Tiba-tiba pasukan Clubswinger menyerang dari belakang. Sungguh taktik yang membuat mereka binggung. Membuat mereka jadi kacau balau.

Awalnya taktik ini berhasil. Tapi lama kelamaan tidak. Equites Caesaris tidak tinggal diam. Dia juga mempunyai taktik yang lebih kuat. Pasukan Romawi sudah tidak ada harapan. Pasukannnya sekarang tinggal beberapa ratus orang lagi. sedangnya Galia masih ribuan. Peperangan ini sungguh memakan banyak korban, sungguh banyak yang kehilangan. Terlebih lagi Galler yang menghilang entah kemana. Sungguh malang nasib mereka. Tapi tidak ada jalan untuk kembali lagi. Ini waktunya mati membela bangsa.

Hyaaaaaaaa !!

Pasukan Romawi maju untuk menyerang.

LEGEND OF ROMANS AND GAUL

Disinilah kegilaan Romawi datang. Mereka melemparkan senjatanya ke arah Natrian, sehingga membuat mati. Tapi tidak mungkin mereka mengambil kembali senjata mereka. Saat mau maju dengan tangan kosong, seorang prajurit dari Galia pun berkata: “Tunggu, apa kau gila ? Mana bisa dengan tangan kosong.”

Romawi berkata : “Lihat saja, ini kelebihan kami.”

Pasukan Romawi membuka baju armor mereka. Mereka hanya mengenakan celana panjang. Dengan badan bertatto, dan berotot. Galia terkejut setelah melihat ini.

MAJU !!

Tapi Galia tidak tinggal diam. Para Swordman membuka baju mereka dan berkata: “Bukan hanya kalian, kami juga.”

Pasukan Romawi pun maju, disusul dengan Galia. Mereka seperti gerombolan orang yang ingin bertarung.

Brak bruk brak !

Mereka memukuli pasukan Natrian dengan tangan kosong. Mereka seperti petinju yang baru saja mulai bertarung. Yang lebih mengejutkan lagi, mereka lebih banyak membunuh dengan tangan kosong. Hal itu membuat prajurit Natrian mundur.

“Kenapa kalian mundur? Kalian takut dengan yang seperti ini?” Equites Caesaris berkata.

Natrian pun kembali maju untuk menghadapi.

Sementara itu, Galler yang lari entah kemana itu rupanya lari menuju desa Galia. Disana ada beberapa warga. Dia menugaskan secepatnya bikin Ram dan Catapult. Para warga bingung dengan apa maksudnya. Mereka membuat dengan kemampuan mereka sendiri. Setelah 50 menit.

“Ayo bawa Ram dan Catapultnya, ikuti aku!”

Mungkin maksud warga membawa Ram dan Catapult ke dead village sebagai bantuan, tetapi arah yang dituju beda. 1 pun pasukan Galia ini tidak ada yang berani bertanya kepada Teutonic Knight. Mereka terus mengikuti dia.

THE SECRET OF NATRIAN

“Kita hampir sampai, persiapkan Ram dan Catapult.”

Warga yang saat itu tidak ada yang berani dengan Teutonic Knight langsung mempersiapkan perintahnya.

"Kita sampai"

Teryata tempat yang mereka tuju adalah sebuah gua. Gua tempat Galler dibuang setelah disiksa. Dan disini Galler mendapatkan kekuatan sebagai Teutonic Knight. Warga ketakutan. Mungkin maksud Galler ialah mengutuk mereka semua untuk menjadi prajurit yang jahat.

“Ayo kita akan hancurkan tempat ini.”

Warga terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Teutonic Knight tersebut.

RAM !!

Hyaaa !!

Pasukan Galia mendorong Ram sekuat tenaga menghantam gua tersebut.

BRAK !!


Batu-batu berjatuhan.

CATAPULT !!

Tali dipotong.

Classhh !!

Dan batu pun melayang tinggi menuju gua tersebut.

BRAK !!

Serangan itu dilakukan terus menerus oleh Ram dan Catapult. memerlukan waktu yang lama untuk menghancurkan tempat ini.

“Jangan berhenti, kita akan mengakhiri ini hari ini juga!”

Keringat yang terus bercucuran ini pun terus bercucuran. Semakin panas. Entah kenapa suasana yang gelap panas, dan menakutkan itu berada di gua tersebut.

“Ayo, sudah mau hancur!”

Sang Legenda Teutonic Knight berteriak keras.

THE POWER OF NATRIAN

“Para pasukanku, aku akan mengeluarkan semua kekuatanku untuk kalian.” Equites Caesaris berkata.

Sinar hitam dari langit pun menyelimuti, awan hitam, sambaran petir, rintik-rintik hujan, datang di desa kematian itu. Seluruh bangsa kebingungan. Mereka merasakan hal yang sama. Mereka tidak takut dengan hal itu. Mereka hampir menyelesaikan perang mereka. Mungkin ini hari terkahir mereka.

Hyyaaa !!

Bangsa Teuton, Romawi, dan Galia kembali menyerang. Tiba-tiba mereka terkejut dengan apa yang mereka lihat. Seorang Axeman tidak bisa memukul pasukan Natrian. Kampaknya menembus tubuhnya, yang lain juga, apa yang terjadi? Mereka kebingungan. Mereka terus menyerang tetapi tidak bisa. Malah pasukan Natrian ketawa-ketawa. Apa yang harus mereka perbuat sekarang. Galler telah pergi, pasukan tinggal sedikit, mereka sungguh bingung. Seseorang dari Romawi pun emosi. Dia berlari sendirian menuju ke pasukan Natrian yang sedang tertawa itu. Ditancapkannya pedangnya ke arah mulutnya. Dia tahu kalau itu sia-sia, tetapi tiba-tiba.

CRUPSSS !!

Pedang itu masuk kedalam mulut prajurit Natrian hingga berdarah.

“Hah, bagaimana mungkin!” kata Equites Caesaris.

TWO SIDE ATTACK

Seluruh pasukan terkejut melihat hal itu. Pedang itu berhasil menembus tubuhnya. Banyak darah keluar.

“Bagaimana mungkin?” Equites Caesaris berteriak dengan kuat.

SERANG !!

Pasukan Romawi menyerang. Diikuti dengan pasukan Galia. Prajurit Axeman dan Clubswinger melakukan serangan 2 arah,yang dipimpin oleh seorang dari ke-3 paladin yang masih hidup.

“Sialan. Dia berhasil mengetahui kelemahanku.”

Setengah prajurit dari Natrian tiba-tiba keluar dari desa kematian tersebut. Menuju entah kemana. Para prajurit sedikit bingung dengan hal itu. Mungkin mereka melarikan diri atau sebagainnya. Membuat mereka lebih mudah menyerang pasukan Natrian yang tersisa di kota.

Sedangkan di gua Natrian, Galler terus menyuruh para pasukan untuk terus menyerang dengan Ram dan Catapult. Mulai ada retak-retak. Gua yang setinggi gedung tingkat 5 itu sangat susah di hancurkan. Mereka hanya membawa 10 Ram dan 4 Catapult, dan 240 orang pasukan Legionnaire dan Swordman.

“Sialan.”

Galler berkata dengan kuat sambil memandang ke arah barat. Mata semua pasukan tertuju ke arah barat. Pasukan Natrian yang keluar dari desa tadi menuju mereka.

“Siapkan senjata kalian prajurit.”

Cringg !!

Pedang pun keluar. Mereka siap untuk melawan sekitar 10000 prajurit.

“Hey prajurit! Turun dari kuda itu!”

Galler menyuruh seseorang prajurit dan mengenakan kuda itu turun. Dia menaikinya. Di saat yg amat genting itu, terlihat kepulan debu dari arah lain menuju kepada mereka juga.

“Penunggang kuda dari arah selatan !!”

Teriak seorang Swordsman. Pasukan dari arah selatan itu melaju lebih cepat dan segera di kenali. Rambut gondrong, mata merah saga, membawa dua senjata, pedang dan kampak. dengan guruh suara yg menggetarkan bumi.

“Mereka gerombolan Haeduan, kemana saja mereka selama ini?” Galler bergumam.

Para prajurit yg tersisa bersorak sorai menyambut pasukan berkuda terkuat bangsa Galia tersebut.

“Kami datang untuk membantumu menghancurkan Natrian. Maaf kami agak terlambat, butuh waktu lama untuk membuat keputusan ini.” Kata pimpinan Haeduan yang berkuda hitam. Matanya bersinar merah memancarkan tanda haus darah. 1500 Haeduan siap membunuh dengan daya serang mereka yg menakutkan.

“Baiklah, kita bertahan disini!!” Galler berseru.

“Siap-siap.”

“Mereka melakukan penyerangan 2 arah.”

“Catapult ke arah barat.”

Ujung catapult pun diarahkan ke arah barat secara cepat.

Serang !!

Bola api dilemparkan ke arah pasukan Natrian itu, membunuh berpuluh-puluh orang. 1500 Haeduan berderap maju menyongsong pasukan musuh dengan teriakan perang. Pedang dan kampak terhunus, sementara pasukan infantri membuat formasi bertahan. Tombak di depan.

Dibalik pasukan Natrian itu, Equities Caesaris tersenyum sambil berkata: “Hari ini kau akan mati Galler.”

CHAOS OF WAR

10000 pasukan Natrian terus mengarah ke gua tempat Galler dan 240 prajurit berada. Sementara gerombolan Haeduan sedang sibuk menahan serangan. Catapult terus menembak ke arah mereka. Sedangkan Ram terus menghancurkan gua itu. Semakin hancur gua itu, bangsa Natrian pun semakin lemah.

Di tempat lain.

KEJAR !!

Seorang Paladin menyuruh pasukan Clubswinger mengejar pasukan Natrian yang terus berlarian di kota. Mereka tinggal sedikit, 1 : 5. Clubswinger terus mengejar dan melempar, dan membunuh pasukan Natrian itu. Mereka tidak dapat keluar karena pintu sudah dihalangi oleh 3 orang Paladin di masing-masing pintu itu. Sebagian pasukan Natrian membunuh diri mereka sendiri. Para prajurit Romawi terus memukuli pasukan Natrian hingga mati. Sedangkan Galia terus melempari benda-benda tajam dari atas tembok besi.

Tiba-tiba, 10 pasukan berkuda, pengintai yang masih hidup dari Romawi, kembali dengan wajah ketakutan. Mereka yang dulu dikirim oleh pasukan romawi sekitar 43 orang, dan hanya kembali 1, itu bukan pasukan romawi melainkan pasukan natrian yang menyamar dan memberikan informasi yang salah. Sedangkan aslinya 33 pasukan pengintainya mati dan hanya ini yang selamat.

TOLONG KAMI !!

Mereka berlari menuju ke arah desa kematian tersebut. Paladin membuka pintu dan membiarkan mereka masuk. Wajah mereka yang penuh ketakutan dan trauma besar. Mereka hampir tidak bisa berbicara. Mereka berhasil kabur dari markas besar Natrian yang sudah berhasil diketahui keberadaannya.

Kapten! Semua pasukan Natrian sudah mati.

Seseorang prajurit pengintai yang selamat itu berbicara kepada seorang Paladin.

Kumpulkan prajurit kembali ke desa Galia. Kita akan pergi ke markas Natrian. 6341 prajurit lagi berjalan menuju ke desa. Dengan membawa mayat-mayat dan orang-orang yang belum mati, melarikan yg sekarat untuk di rawat di desa.

SEARCHING

Akhirnya pertempuran antara mereka pun selesai juga. Lebih dari 20000 jiwa mati tidak berdaya, 5000 jiwa sekarat, sedangkan 1000 lebih pasukan Three Kingdom masih hidup. Mereka akhirnya pulang, Pulang dengan badan yang sangat lelah. Mereka membawa yang mati maupun yang sekarat. Bahkan ke 3 paladin pun ikut lelah. Lebih dari 2000 kuda mati dalam peperangan ini. Lebih dari 210 anak-anak mati dalam peperangan ini. Lebih dari 640 ibu-ibu mati dalam peperangan ini. Sungguh malang nasib mereka.

Setelah menempuh jarak beberapa mil. Mereka sampai di kota mereka. Tidak disangka, mereka terkejut dengan hilangnya para pasukan dan keluarga-keluarga mereka. Seperti hilang di telan bumi. Tidak kelihatan 1 jiwapun di desa ini. Desa besar yang dapat menampung 200000 jiwa ini pun kosong.

apa yang terjadi? kemana prajurit, anak-anak, dan ibu-ibu yang dibawa pulang tadi? mereka melakukan pencarian ke seluruh kota tersebut. Tetapi tidak ketemu satupun. Paladin memerintahkan untuk berkumpul di tengah desa yang sangat besar itu.

Saat sedang berjalan, tiba-tiba seorang tukang kayu telah mengatakan kayu dia yang dia simpan telah hilang. Paladin langsung berpikir.

“Beberapa pasukan yang tersisa ikut denganku, sebagian lagi jaga kota ini.”

“Kita akan melakukan pencarian.”

THE WAR BEGINS AGAIN

Mereka mulai mencari. Terlihat banyak serpihan-serpihan kayu. Kayu ini seperti mengarah ke suatu tempat yang ditakuti, yaitu gua Natrian yang terletak lumayan dekat dari desa mereka sekarang.

Paladin yang memimpin saat itu membuat ide untuk menangkap prajurit yang mengambil kayu mereka. Karena saat ini mereka sangat membutuhkan kayu. Dia mengumpulkan beberapa prajurit yang masih kuat. Mereka bersiap untuk menyerang.

Sementara itu, Galler terus berperang dengan ribuan pasukan Natrian. Haeduan masih menebas ke sana kemari seperti orang gila. Tidak banyak yg tersisa lagi dari kedua belah pihak. namun The Three Kingdom ini tidak akan pecah. Ram yang terus menghantam gua tersebut hingga hancur membuat tenaga prajurit Natrian semakin berkurang. Dan lama kelamaan mulai mati tanpa sebab. Hal itu memudahkan mereka. Catapult pun terus melontarkan pelurunya. 300 Haeduan diperintahkan untuk mendampingi Catapult tersebut. Namun ternyata dari arah Timur Laut pasukan Natrian bertambah. Karena datang terus menerus dari desa mereka yang terletak jauh.

Sementara prajurit Paladin berjalan menuju mereka. Mereka dikejutkan dengan melihat keluarga mereka dan Teutonic Knight yang disangka telah menghilang itu pun telah berperang dengan Natrian, dan lebih terkejut lagi melihat para Haeduan yg ternyata bertempur di pihak mereka juga. Tanpa aba-aba apa pun salah seorang prajurit yang baru tiba langsung merangsek menuju kawanan Natrian tersebut dengan kudanya.

BRAK !!

Dia terus menabrak pasukan Natrian hingga tewas. Sampai-sampai dia terjatuh dan di tusuk mati oleh prajurit Natrian yang gila itu. Prajurit lain pun tidak tinggal diam. Mereka dan ke 3 Paladin itu pun menyerang.

HYAA !!

Sekarang medan pertempuran itu tak ubahnya sebagai tempat malaikat pencabut nyawa berpesta.

DEATH AND WILL

Seluruh pasukan itu pun datang membantu. Mereka menabrak seluruh pasukan Natrian tersebut. Gua yang terus-terusan diRam itu pun sudah tidak kokoh lagi, sudah mau hancur. Teutonic Knight yang saat itu pun sudah kelelahan dan berdarah-darah melihat di balik pasukan-pasukan Natrian.

Equites Caesaris!

Ketua mereka terlihat jauh. Galler yang saat itu terluka langsung menaiki kudanya. Langsung berlari sangat kuat. Menabrak prajurit-prajurit Natrian itu. Para prajurit yang lain pun tidak mau kalah, mereka juga membantu. Ke 3 paladin juga melindungi beberapa serangan panah yang dilancarkan oleh Archer Natrian. Tapi sayangnya.

CLASS !!

Sebuah panah menusuk kuat di dada Galler, sang Teutonic Knight. Semua prajurit Three Kingdom terdiam melihat kejadian itu. Galler langsung terdiam. Darah langsung mengalir dari balik baju armornya, hidungnya, bahkan mulutnya.

HYAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!

Dia kembali maju. Hal itu membuat seluruh prajurit Three Kingdom bahkan Natrian terdiam. Dia terus berlari dengan kudanya menabrak semua prajurit Natrian menuju ke arah Equites Caesaris. Seluruh Archer ditargetkan ke arah Galler, 5 panah ditembakan, dan 2 panah berhasil menusuk tangan dan perut galler, sedangkan 3 lagi menusuk kudanya sehingga mati dan jatuh bersama Galler.

Galler langsung terjatuh, terdiam. 1 prajurit Natrian pun tidak ada yang berani mendekati tempat dia jatuh. Seperti membuat lingkaran dan Galler di tengahnya.

Equites Caesaris menyuruh menembakan panah lagi. 10 panah kali ini, siap dilancarkan.

Tiba-tiba.

CLASS !!

10 panah tersebut menancap di semua tubuh seorang Paladin. Dia berdiri tegak sambil menahan panah itu. Sedangkan yang 2 lagi membantu galler untuk berdiri. Mereka menggendong Galler menuju Equites Caesaris, pasukan Natrian tidak ada yang berani maju, mereka membuat jalur menuju Equites Caesaris, bahkan tidak ada yang berani menyerang, semua seakan terdiam.

“Lepaskan aku.” Galler berkata lemas.

3 panah menancap di badannya, dan sudah berdarah-darah, lecet di sekujur tubuhnya.

“Ada apa kalian ini? Kenapa kalian diam saja?” Equites Caesaris berteriak.

Tapi 1 prajurit Natrian pun tidak ada yang menyerang. Malah membuka jalan menuju Equites Caesaris. Peperangan antara Three Kingdom dan Natrian pun berhenti.

“Haha, kau pikir kau bisa membunuhku dengan keadaanmu yang seperti itu Galler.” Equites Caesaris.

Galler terus berjalan, darah menetes dari ujung ke ujung. “Biarlah, setidaknya, aku tidak mati dengan sia-sia.”

Jarak Equites Caesaris dan Galler sekitar 100 meter lagi. Dia terus berjalan dengan pedangnya yang diseret kuat. Jarak mereka sekitar 500 meter dari gua tersebut, tidak kelihatan dari sini. Ram tersebut terus menghajar gua tersebut, hingga dikagetkan dengan jatuhnya sebuah potong-potongan berlian.

Tiba-tiba Equites Caesaris berteriak kuat.

UAAAAAAAAGGGH !!

Teryata berlian itu sumber kekuatan Equites Caesaris. Jika berlian itu hancur, Equites Caesaris pun akan mati. Galler tiba-tiba mulai berlari.

HYYYYYYAAAAAAAA !!

Dia berlari layaknya seorang kesatria. Tidak ada rasa sakit sedikitpun.

“Dasar bodoh kau Galler.”

SLURP !!

Badan Galler tertusuk tembus pedang Equites Caesaris. Galler terdiam sejenak. Diikuti para Three Kingdom, dan ke 3 Paladin. Galler terjatuh, pedangnya terlepas dari tangannya, darah berceceran dimana-mana.

“Kalian lihat ini, apakah kalian masih berharap dengan orang lemah ini?” Equites Caesaris berteriak keras.

THE END

Galler terjatuh. Terjatuh dengan lambatnya. Seperti daun yang baru saja gugur. Darahnya berterbangan disapu angin. Pedangnya terlepas dari tangannya yang kuat itu.

Bruuk.

Galler terjatuh. Hanya langit yang bisa dilihatnya saat itu. Hanya suara tangisan yang hanya bisa didengarnya saat itu. Matanya perlahan mulai tertutup.

“Apa kalian lihat manusia-manusia bodoh!”

“Orang yang kalian banggakan ini mati!”

“Dasar bodoh!”

Terdengar suara kecil dari mulut Galler, dia berkata: “Hancurkan. Aku masih tahan.”

Dia terus mengulang kata-kata itu. 1 dari ketiga paladin yang tertusuk 10 panah itu terjatuh dan mati. Melihat kejadian itu 1 dari 2 paladin itu turun dari kudannya. Disusul dengan Haeduan. Mereka berdua berdiri di depan Galler yang sedang terjatuh dibawah.

Paladin: “Aku takkan membiarkan kau melukainya lagi, meskipun aku mati.”

Haeduan: “Aku juga, jika ingin menyentuhnya lewati dulu kami.”

“Hahahaha. Dasar bodoh! Kalian mau mati? Rasakan ini.”

CLAPP !!

Tebasan pedang yang kuat dari Equites Caesaris ke bahu Paladin ini.

“Hah, seharusnya tanganmu terpotong?”

Paladin: “Aku tidak bisa dibunuh semudah itu bodoh!”

Haeduan kemudian memukul tepat dipipi Equites Caesaris dengan keras hingga terpental jauh. Paladin langsung teduduk, tangannya yang hampir putus itu mengeluarkan darah yang banyak. Equites Caesaris yang bangkit dan langsung mengambil pedangnya itu langsung berlari kearah Paladin dan mengayunkan pedanngya tiba-tiba.

PLASS !!

Seperti suara kaca yang pecah terdengar keras. Sang Druidrider mencoba memecahkan beberapa buah kristal kecil.

Druidrider: “Bukannya Ini kekuatanmu Equites Caesaris bodoh?”

AAAAAAAAAAAAGGGHHHH !!

Para pasukan Natrian berteriak kesakitan. Diikuti dengan suara kesakitan Equites Caesaris.

“Hancurkan benda itu sekarang.” Sang Teutonic Knight dengan suaranya yang sekarat itu berkata sangat pelan.

PLASSS !!

Kristal-kristal itu dihacurkan oleh Haeduan dengan tangan kosong.

GYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA !!

Disaat itu kekuatan Equites Caesaris kosong. Galler memegang gagang pedangnya, mencoba duduk, dan berkata: “Jika aku harus mati, kau juga mati!!”

CLASSS !!!

Galler melayangkan pedangnya dari sisi kiri badan Equites Caesaris ke sisi kanan melewati perutnya. Equites Caesaris terbelah menjadi 2. Diikuti jatuhnya darah, seluruh pasukan Natrian pun mati. Mereka Seperti meleleh dan ada yang seperti kesakitan dan mati.

Paladin: “Galler ! Dengar aku ! Kau bisa bertahan, aku yakin kau bisa. Bertahanlah kawan, aku mohon!”

Galler : “Maafkan aku. Aku sudah terluka parah, aku juga salah satu dari pasukan terkutuk itu. Dan sekarang kristal itu hancur, aku juga pasti hancur.”

Badan Galler seperti meleleh. Dan saat itu juga, Galler pergi meninggalkan mereka semua. Ribuan pasukan yang selamat kembali ke desa mereka, dengan rasa sedih, senang, bahagia, semuanya. Bercampur dalam pikiran mereka.

Mereka mencoba menempuh hidup baru bersama sekarang. Mereka akan berdamai selamanya sekarang. Mereka akan saling membantu satu sama lain. Dan mereka akan rela mati demi apapun yang penting dalam hidup mereka.

6 bulan berakhir. Anak-anak berlarian ditaman. Burung-burung berterbangan diudara, para petani sedang bekerja di sawah, para ibu memasak. Sungguh damai desa ini. Apakah ini kebahagiaan setelah kesedihan. Semua berharap begitu. Dan akan tetap begitu.

SELAMANYA !!
Read More..

Selasa, 18 Januari 2011

Clubswinger vs Axeman

Kebanyakan orang berfikir bahwa Axeman lebih bagus dari Clubswinger dalam semua hal, itu adalah kesalahan besar. Axeman hanya lebih baik dalam pertahanan dan konsumsi gandum. Berikut ini berbagai kelebihan Clubswinger daripada Axeman.

SERANGAN
Jika Anda memiliki Barak Tingkat 20, Anda dapat membuat:
1) 2.688 Clubswingers dalam sehari(Attack = 40)
2) 1.728 Axeman dalam sehari(Attack = 60)

Maka total serangannya adalah:
1) Clubswinger => 2.688 x 40 = 107.520
2) Axeman => 1.728 x 60 = 103.680

Dalam waktu yang sama Anda dapat membuat total serangan yang lebih besar jika menggunakan Clubswinger.

BIAYA
Biaya pembuatannya adalah:
1) Clubswingers => 95 Kayu | 75 Tanah liat | 40 Besi | 40 Gandum
2) Axeman => 130 Kayu | 120 Tanah liat | 170 Besi | 70 Gandum

Biaya pembuatan dalam seharinya adalah:
1) Clubswinger => 255.360 Kayu | 201.600 Tanah liat | Besi 107.520 | 107.520 Gandum
2) Axeman => 224.640 Kayu | 207.360 Tanah liat | Besi 293.760 | 120.960 Gandum

Sejauh ini, saya telah membuktikan Anda dapat membangun Clubswingers lebih banyak, mendapatkan poin menyerang lebih dari Axemen dan masih akan lebih murah, kebanyakan orang biasanya menggunakan Axeman untuk Hammer, saya tidak seperti itu.

DAYA RAMPOK
Daya rampok yang dihasilkan adalah:
1) Clubswinger => 2688 x 60 = 161.280 SDA
2) Axeman => 1728 x 50 = 86.400 SDA

Clubswingers juga selalu di atas dalam hal kapasitas merampok, yang memungkinkan mereka untuk mengumpulkan lebih banyak SDA untuk pemeliharaan dan pembuatan mereka lebih efisien daripada Axeman. Ini berarti lebih mudah untuk menjalankan sebuah Great Barrack / Great Stable dan untuk membangun kembali kehilangan pasukan ketika membangun Clubswingers, karena biaya yang lebih rendah dan peningkatan kapasitas merampok.

KECEPATAN
Kecepatannya adalah:
1) Clubswinger = 7 bidang/jam
2) Axeman = 6 bidang/jam

Walaupun hanya berbeda satu bidang, tapi ini sangat berpengaruh, apalagi dalam masalah merampok.

Hasil rampokan maksimal dari desa yang berada disebelah desa kita dalam 2 jam dengan seluruh pasukan adalah:
1) Clubswinger = 1.128.960 SDA
2) Axeman = 518.400 SDA

Lebih dari 2 kali lipat, padahal daya rampok Clubswinger tidak lebih dari itu bukan. Yang membuatnya menjadi lebih besar adalah karena kecepatan Clubswinger lebih tinggi dari Axeman.

RISET
Biaya risetnya adalah:
1) Clubswinger: 0
2) Axeman => 880 Kayu | 580 Tanah liat | 1560 Besi | 580 Gandum, waktu => 1:45:00

Dengan gratisnya Clubswinger kita bisa lebih cepat memulai membuat pasukan. Dari pada menggunakan SDA untuk membangun Axeman, lebih baik digunakan untuk membuat Clubswinger. Ini sangat menentukan di awal permainan.

Clubswinger jauh lebih diatas Axeman dalam banyak hal, oleh karana itu berfikirlah dahulu sebelum berbuat.
Read More..

Questmaster

Questmaster adalah pembimbing para pemain pemula agar dapat mengembangkan desanya dengan cara memberikan misi. Jika Questmaster diklik maka akan muncul kotak misi. Setiap kali misi selesai dilaksanakan, Questmaster akan memberikan hadiah. Keterangan tentang misi & hadiah dapat dilihat di bawah. Questmaster berada di sebelah kanan atas, di bawah "Menu Plus". Jika anda menemukan gambar Questmaster, klik gambar tersebut. Secara otomatis, dia akan memberikan misi/perintah kepada anda. Berikut ini Questmaster dari ke-3 bangsa Travian:


MISI & HADIAH DARI QUESTMASTER

Petualangan 1 = Penebangan kayu
~ Bangunlah penebangan kayu tingkat 1
Hadiah => Penebangan kayu akan segera selesai

Petualangan 2 = Ladang
~ Bangunlah ladang tingkat 1
Hadiah => 1 hari Travian Plus

Petualangan 3 = Nama Desa
~ Klik profil, klik ganti profil, ganti nama desamu, klik Ok
Hadiah => 30 kayu | 60 tanah liat | 30 besi | 20 gandum

Petualangan 4 = Melihat Peringkat
~ Lihat peringkatmu, masukkan peringkatmu di kotak misi
Hadiah => 40 kayu | 30 tanah liat | 20 besi | 30 gandum

Petualangan 5 = Tambang besi & penggalian tanah liat
~ Bangun tambang besi & penggalian tanah liat tingkat 1
Hadiah => 50 kayu | 60 tanah liat | 30 besi | 30 gandum

Petualangan 6 = Baca pesan
~ Baca pesan yang dikirimkan kepadamu
Hadiah => 20 gold

Petualangan 7 = Tetangga
~ Masukkan koordinat desa tetangga. Klik peta, cari desa yg dimaksud (biasanya desa dgn populasi tertinggi di 7x7 desamu), masukkan koordinatnya
Hadiah => 60 kayu | 30 tanah liat | 40 besi | 90 gandum

Petualangan 8 = Pasukan besar
~ Terima tarawan untuk menukar 200 gandum dengan Questmaster
Hadiah => seekor tikus (kayaknya Questmaster kebangetan dech... hrs nunggu 12 jam. Tapi ini harus dijalakukan)

Petualangan 9 = Masing-masing 1
~ Tingkatkan 1 set lahan SDA ke tingkat 1 (penebangan kayu, penggalian tanah liat, tambang besi & ladang)
Hadiah => 100 kayu | 80 tanah liat | 40 besi | 40 gandum

Petualangan 10 = Menunggu pasukan Questmaster tiba
~ Tunggu tikus kiriman Questmaster tiba(ketika menunggu kamu juga bisa meningkatkan SDA atau membangun desa)
Hadiah => 2 hari Travian Plus

Petualangan 11 = Laporan
~ Baca laporan
Hadiah => 75 kayu | 140 tanah liat | 40 besi | 40 gandum

Petualangan 12 = Semua ke tingkat 1
~ Naikkan semua lahan SDA ke tingkat 1
Hadiah => 75 kayu | 80 tanah liat | 30 besi | 50 gandum

Petualangan 13 = Merpati perdamaian
~ Klik profil, klik ganti profil, tulis [#0] di deskripsi I / II lalu klik Ok
Hadiah => 120 kayu | 200 tanah liat | 140 besi | 100 gandum

Petualangan 14 = Cranny
~ Masuk ke pusat desa, klik lingkaran kosong yang tersedia, bangun Cranny.
Hadiah => 150 kayu | 180 tanah liat | 30 besi | 130 gandum

Petualangan 15 = Menuju tingkat 2
~ Naikkan 1 set lahan SDA ke tingkat 2
Hadiah => 60 kayu | 50 tanah liat | 40 besi | 30 gandum

Petualangan 16 = Instruksi
~ Tulis angka 210 di kotak misi
Hadiah => 50 kayu | 30 tanah liat | 60 besi | 20 gandum

Petualangan 17 = Bangunan Utama
~ Naikkan level Bangunan Utama menjadi level 3
Hadiah => 75 kayu | 75 tanah liat | 40 besi | 40 gandum

Petualangan 18 = Peningkatan
~ Lihat peringkatmu di statistik, masukkan peringkatmu
Hadiah => 100 kayu | 90 tanah liat | 100 besi | 60 gandum

Pada petualangan 19-21, anda harus memilih salah satu dari jalur ekonomi atau militer. Jika anda memilih jalur ekonomi pada petualangan 19, maka petualangan selanjutnya (sampai 21) juga jalur ekonomi, begitu juga sebaliknya.

Jalur ekonomi
Petualangan 19 = Lumbung
~ Bangun Lumbung
Hadiah => 80 kayu | 90 tanah liat | 60 besi | 40 gandum

Petualangan 20 = Gudang
~ Bangun Gudang
Hadiah => 70 kayu | 120 tanah liat | 90 besi | 50 gandum

Petualangan 21 = Pasar
~ Bangun Pasar
Hadiah => 200 kayu | 200 tanah liat | 700 besi | 250 gandum

Jalur Militer
Petualangan 19 = Titik Temu
~ Bangun titik temu. Letaknya berada di lengkungan dalam pusat desa
Hadiah => 80 kayu | 90 tanah liat | 60 besi | 40 gandum

Petualangan 20 = Barak
~ Bangun Barak
Hadiah => 70 kayu | 100 tanah liat | 90 besi | 100 gandum

Petualangan 21 = Pasukan
~ Latih 2 Phalanx jika kamu memakai Galia, 2 Leggionaire jika kamu memakai Romawi, 2 Clubswinger jika kamu memakai Teuton. Latih pasukan tersebut di barak
Hadiah => 300 kayu | 320 tanah liat | 360 besi | 370 gandum

Petualangan 22 = Semua ke tingkat 2
~ Naikkan semua lahan SDA ke tingkat 2
Hadiah => 15 gold

Untuk travian server 3.5 Questmaster telah selesai, sedangkan untuk server 3.6 ada tambahan 3 misi petualangan sebagai berikut:

Petualangan 23 = Mengajak teman
~ Masukkan angka 20, jika tidak bisa masukkan 50
Hadiah => 80 kayu | 70 tanah liat | 60 besi | 40 gandum

Petualangan 24 = Kedutaan
~ Bangun kedutaan
Hadiah => 100 kayu | 60 tanah liat | 90 besi | 40 gandum

Petualangan 25 = Aliansi
~ Bergabung dengan sebuah aliansi atau mendirikan sebuah aliansi sendiri dengan kedutaan level 3
Hadiah (jika membuat aliansi sendiri) => 395 kayu | 315 liat | 345 besi | 230 gandum
Hadiah (jika mengikuti aliansi orang lain) => 120 kayu | 140 liat | 90 besi | 50 gandum

SELESAI, Questmaster akan menghilang dan Anda harus bekerja sendiri membangun desa, dan di pusat desa akan ada pesta kembang api.
Read More..

Tentang Romawi

Romawi adalah bangsa yang paling kuat di dunia travian, tetapi yang paling susah untuk dimainkan. Butuh pengetahun dan pengalaman dalam memainkan bangsa romawi.
- Romawi bukan bangsa yang bisa nyerang atau ngeraid orang sembarangan seperti Teuton
- Romawi juga bukan bangsa SIM-CITY kayak Galia yang punya double cranny
- Romawi adalah bangsa yang terbaik, tetapi sangat membutuhkan banyak sumber daya.

Keuntungan Romawi:
1. memiliki pasukan terkuat dalam travian
2. bisa mengembangkan sda dan bangunan dalam waktu yang bersamaan
3. pagar memberi bonus pertahanan tertinggi, yaitu bonus 80%
4. kecepatan pedagang sangat tinggi.

Kekurangan Romawi:
1. pengembangan yang sangat mahal
2. pedagang hanya bisa membawa 500 sda(normal server), 1500(speed server)
3. pagar mudah dihancurkan

Untuk jadi seorang romawi yang handal kamu butuh kriteria sebagai berikut:
1. sangat aktif bermain
2. kamu harus punya kecerdasan, pengalaman dan pengetahuan di dalam dunia travian
3. sabar dan gak mudah emosi.

Jangan menggunakan romawi kalau baru pertama kali bermain travian. Di tutorial bangsa-bangsa, mereka bilang kalau Romawi mudah digunakan untuk pemula. Itu kebohongan besar. Bangsa Romawi adalah bangsa yang paling susah dimainkan di travian. Mengapa? Karena di awal-awal permainan, posisi romawi ada di tengah-tengah. Kamu bukan tipe raider kayak Teuton dan kamu juga bukan tipe defense dan SIM-CITY kayak Galia.

Kalo kamu tidak punya pengetahuan tentang travian, apa lagi belum punya pengalaman sama sekali di dunia travian dan kamu memilih menggunkan romawi, kamu hanya akan menjadi jajahan pemain lain. Jadi, kalau kamu merupakan pemain baru di dunia travian aku sarankan untuk menggunakan Galia.
Read More..